KIE adalah Kontrak gulir indeks Emas yang merupakan indeks perbandingan antara Harga Penyelesaian Kontrak Gulir Emas di BBJ dengan harga emas Loco London dalam gram sedemikian rupa sehingga Angka Indeks ini 100% serupa dengan pergerakan nilai tukar mata uang USD terhadap mata uang Rupiah.
Sehingga aplikasinya:
Posisi Beli pada KIE (posisi Long) berarti membeli US Dollar dan menjual Rupiah atau dengan kata lain Menukar Rupiah untuk mendaptakan US Dollar.
Posisi Jual pada KIE (posisi short) berarti menjual US Dollar dan membeli Rupiah atau dengan kata lain Menukar US Dollar untuk mendapatkan Rupiah.
KIE merupakan kontrak gulir, dimana harga yang ditawarkan adalah harga spot yang belum memperhitungkan faktor interest rate sehingga dilakukan perhitungan suku bunga terhadap harga penyelesaian dan posisi pelaku pasar.
Karena ada perbedaan tingkat suku bunga dalam Rupiah dengan US Dollar, maka Konsekuensi dari kondisi tersebut adalah adanya pembebanan bunga dan penerimaan bunga. Selama tingkat suku bunga US Dollar lebih rendah dari suku bunga dalam Rupiah maka pihak yang mempunyai posisi Beli KIE (long) akan selalu dibebankan bunga dan sebaliknya posisi Jual KIE (Short) kan selalu menerima pendapatan bunga.
Kontrak Gulir merupakan perjanjian standard antar pihak yang tidak perlu saling kenal untuk membeli atau menjual produk tertentu pada harga tertentu tanpa maksud menyelesaikannya, tetapi dengan maksud memperpanjangnya dengan memperhitung-kan perubahan harga dan beda tingkat bunga setiap hari. Kontrak gulir merupakan kontrak berjangka khusus karena harga yang ditransaksikan adalah harga saat ini (spot price), bukan harga mendatang (forward price). Kontrak gulir juga tidak mempunyai tanggal penyelesaian akhir, Kontrak gulir dapat diperpanjang (digulir) tanpa batas waktu sehingga dapat dengan mudah digunakan untuk lindung nilai jangka panjang maupun pendek. Transaksi kontrak gulir yang dilakukan pada Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dijamin oleh PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Jaminan ini diberikan untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan jika salah satu pihak transaksi gagal memenuhi kewajibannya.
Keuntungan dari transaksi KIE:
Beberapa karakteristik lainya dari produk KIE:
Sekilas Dasar Analisa Fundamental
Sebagaimana diuraikan diatas bahwa Kontrak Gulir Indeks Emas (KIE) merupakan equivalen dengan kur nilai tkar US Dollar – Rupiah (USD/IDR), sehingga analisa market produk KIE adalah analisa kurs US Dollar – Rupiah.
Secara fundamental, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar mata US Dollar – Rupiah dapat dibagi dua:
- Faktor-faktor lokal
Meliputi: Inflasi, Ekspor-Impor, Suku Bunga, IHSG, Investasi, Kebijakan Moneter & Fiskal, Kondisi Polsoskam, dsb.
- Faktor Eksternal
Meliputi: Harga Minyak, Fundamental Ekonomi global, Fundamental Ekonomi Regional, Trend Harga Saham Global, Trend Harga saham Regional, Sentimen Mata Uang Regional, Country Risk, Geopolitik (political tensions), dsb.

Korelasi Minyak Bumi (crude oil)
·
Tradisi (Nilai)
![]()
![]()
Harga Naik
Nilai Beli Naik Demand USD Naik USD Menguat
· Impor Minyak, memicu
pesimistis & ketidakpercayaan pasar
![]()
Defisit (Perdagangan & Anggaran)
![]()
Harga Minyak Naik
Inflasi, Pertumbuhan Turun
Korelasi Inflasi Dan Kurs
![]()

- Perdagangan Internasional
- Hukum Satu Harga (The Law of One Price
)
=
=
Ekspektasi Inflasi
Ekspektasi Nilai
Mata Uang
![]()
Korelasi Indeks Harga Saham Dan
Kurs
Ekspektasi akan kenaikan Indeks Harga Saham merupakan
ekspektasi pasar akan prospek & kinerja ekonomi yang meningkat, prospek
ekonomi yang baik berarti membuka peluang & mendorong investasi serta
ekspansi usaha (capital in flow) sehingga Rupiah akan mengalami apresiasi.
Kebijakan Fiskal
- Surat Utang
![]()
- Pajak
![]()
![]()
Korelasi Kebijakan Suku Bunga
![]()
![]()
· Impor Minyak, memicu
pesimistis & ketidakpercayaan pasar
![]()
Defisit (Perdagangan & Anggaran)
![]()
Harga Minyak Naik
Inflasi, Pertumbuhan Turun
Korelasi Inflasi Dan Kurs
![]()

- Perdagangan Internasional
