Revisi  Indeks Saham JBA 25 | BBJ

Disscusion Forum |  Member's Area    Indonesia Version English Version

Description

  • Home
  • About Us
    • Foreword
    • History
    • Profile
    • Organization
    • Founders
    • JAFeTS
  • Products
    • Gold
      • Specification
      • Description
      • Delivery Points
    • Olein
      • Specification
      • Description
      • Delivery Points
    • Rolling Gold
    • Rolling Gold Index
      • Specification
      • Description
    • KGEUSD
      • Specification
      • Description
    • Organized CPO Auction
    • Olein 10
      • Specification
      • Description
      • Delivery Points
    • Gold 250
      • Specification
      • Description
      • Delivery Points
  • Prices & Data
    • Historical Price
    • Settlement Prices
    • Live Price
  • News
    • Agenda & Event
    • Press Release
    • Related News
  • Members
    • How To Join
    • Member List - Brokers
    • Member List - Traders
    • Member List - Black List
    • Submit Report
  • Resources & Community
    • Glossary
    • Photo Gallery
    • FAQ
    • Trading Manual
    • Articles
    • Links
    • Forums
  • Contact Us
Home >> Content

Sejak tanggal 19 Desember 2002, untuk menambah alternatif indeks saham di Indonesia, BBJ telah meluncurkan Indeks Saham JBA 25.

Indeks Saham JBA 25 adalah indeks saham pertama di Indonesia yang menggunakan perhitungan atas dasar harga saham bukan kapitalisasi pasar. Cara perhitungan ini sama dengan cara perhitungan yang digunakan oleh indeks-indeks terkemuka di dunia, yaitu Dow Jones Industrial Average dan Nikkei 225 Average. Alasan pertama dari penggunaan cara perhitungan ini adalah untuk mendapatkan angka indeks yang lebih tinggi, sehingga aktivitas lindung nilai akan lebih mudah dilakukan, bila kelak indeks ini diperdagangkan dalam bentuk instrumen derivatif. Sedangkan alasan lainnya adalah agar lebih mudah dipahami bagi kebanyakan investor individu yang tidak mengetahui kapitalisasi pasar suatu saham setiap saatnya. Indeks saham JBA-25 juga melakukan penyesuaian indeks terhadap pembayaran dividen tunai (fully reinvested approach). Dengan demikian diharapkan  Indeks Saham JBA-25 dapat representatif digunakan sebagai indikator keuntungan, sehingga dapat memfasilitasi strategi pasif (index tracking) dalam pembentukan portfolio serta pembentukan Reksa Dana Indeks.

Indeks saham JBA 25 direvisi setiap setahun sekali pada bulan Juli dan untuk ke Delapan kalinya revisi diadakan pada tanggal 1 Juli 2010. periode penilaian adalah dari bulan Januari 2009 sampai dengan bulan Desember 2009 dengan dua kriteria yaitu seleksi pendahuluan dan seleksi akhir.

Seleksi pendahuluan terdiri atas 3 tahap. Tahap pertama, setiap bulan selama tahun 2009, saham tersebut minimal harus diperdagangkan 90% dari total hari perdagangan dalam bulan yang bersangkutan. Hasil dari tahap pertama adalah 77 saham dari total saham yang tercatat di pasar modal atau sekitar 18,7 % dari total saham yang tercatat. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya 2008 yang hanya menghasilkan 64 saham atau 15%, hal ini disebabkan kondisi market telah mengalami perbaikan dari krisis  global . Tahap ke dua adalah rata-rata harga saham tersebut selama tahun 2009 harus diatas Rp 500,- sehingga dari 77 saham hasil seleksi tahap pertama hanya   44 saham memenuhi kreteria seleksi tahap kedua.

Tahap ke tiga adalah saham tersebut mempunyai market kapitalisasi  per Desember 2008 di atas Rp 250 milyar.Ternyata 41 saham yang terpilih dari kriteria sebelumnya semuanya mempunyai market kapitalisasi di atas Rp 250 milyar sehingga hasil akhir dari seleksi pendahuluan ini adalah tetap 44 saham.  

Setelah seleksi  pendahuluan dilakukan seleksi terakhir berdasarkan performance keuangan yaitu EPS dan Volatility untuk memilih komposisi 25 saham. EPS diambil dari laporan keuangan tahun 2009 yang sudah audited dan nilainya harus positif. Dari 44 saham yang terpilih dari kriteria sebelumnya, semuanya mempunyai nilai EPS positif, sehingga semua saham hasil seleksi pendahaluan memenuhi kriteria seleksi akhir berdasarkan EPS.

Seleksi tahap akhir berikutnya adalah berdasarkan nilai dari perhitungan EPS dan volatility, seleksi tahap akhir berdasarkan nilai ini menghasilkan 25 saham yang memiliki nilai tertinggi.

Dengan demikian komposisi Indeks Saham JBA 25 yang baru per Juli 2010 adalah sbb :

No.

EMITEN

KODE

 NILAI

1

ASTRA INTERNATIONAL

ASII

5,660

2

GUDANG GARAM

GGRM

3,182

3

INDO TAMBANGRAYA MEGAH

ITMG

3,120

4

ASTRA AGRO LESTARI

AALI

2,375

5

UNITED TRACTORS

UNTR

1,660

6

TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM

PTBA

1,557

7

INDOCEMENT TUNGGAL PRAKASA

INTP

1,451

8

BAYAN RESOURCES

BYAN

934

9

UNILEVER INDONESIA

UNVR

756

10

SEMEN GRESIK

SMGR

752

11

BANK MANDIRI

BMRI

736

12

BANK DANAMON INDONESIA

BDMN

731

13

PP LONDON SUMATERA

LSIP

711

14

CHAROEN POKPHAND INDONESIA

CPIN

667

15

BANK RAKYAT INDONESIA

BBRI

593

16

HEXINDO ADIPERKASA

HEXA

592

17

TELEKOMUNIKASI INDONESIA

TLKM

592

18

BANK CENTRAL ASIA

BBCA

522

19

BUMI RESOURCES

BUMI

468

20

INDOFOOD SUKSES MAKMUR

INDF

411

21

BANK NEGARA INDONESIA

BBNI

333

22

ANEKA TAMBANG

ANTM

317

23

PERUM GAS NEGARA (PERSERO)

PGAS

307

24

INDOSAT

ISAT

264

25

HOLCIM INDONESIA (SEMEN CIBINONG)

SMCB

257

Dari komposisi di atas, 8 emiten lama dari revisi ke enam sebelumnya yang tidak lagi termasuk dalam hasil revisi indeks saham JBA 25 yang baru adalah : International Nickel Indonesia, Sampurna Agro, Bisi International, Medco Energy International, Indah Kiat Pulp & Paper, Timah, Berlian Laju Tanker, dan Lautan Luas.  

Sedangkan 8 emiten baru yang termasuk dalam komposisi  revisi indeks saham JBA 25 per Juli 2010 adalah : Indo Tambangraya Megah, Bayan Resources, Charoen Pokphand Indonesia, Bumi Resources, Holcim Indonesia (Semen Cibinong), Hexindo Adiperkasa, Perum Gas Negara dan Bank Negara Indonesia.

Seperti komposisi indeks JBA 25 dalam revisi keenam sebelumnya, hanya saham emiten dari klasifikasi industri Properti, Real Estate dan Konstruksi yang tidak satu pun termasuk dalam komposisi saham JBA 25.

Berdasarkan komposisi indeks JBA 25 pada revisi ked elapan ini, kelompok usaha Keuangan mendominasi komposisi indeks sebesar 21%, sama seperti pada periode tahun sebelumnya. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

No.

Kelompok Usaha

Emiten

%

1

Pertanian

ASTRA AGRO LESTARI

8%

2

Pertanian

PP LONDON SUMATERA

3

Aneka Industri

ASTRA INTERNATIONAL

4%

4

Perdagangan, Jasa & Investasi

UNITED TRACTORS

8%

5

Perdagangan, Jasa & Investasi

HEXINDO ADIPERKASA

6

Pertambangan

TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM

20%

7

Pertambangan

INDO TAMBANGRAYA MEGAH

8

Pertambangan

BAYAN RESOURCES

9

Pertambangan

ANEKA TAMBANG

10

Pertambangan

BUMI RESOURCES

11

Industri Barang Konsumsi

GUDANG GARAM

12%

12

Industri Barang Konsumsi

UNILEVER INDONESIA

13

Industri Barang Konsumsi

INDOFOOD SUKSES MAKMUR

14

Infrastruktur, utilitas & Transportasi

TELEKOMUNIKASI INDONESIA

12%

15

Infrastruktur, utilitas & Transportasi

INDOSAT

16

Infrastruktur, utilitas & Transportasi

PERUM GAS NEGARA (PERSERO)

17

Industri Dasar & kimia

INDOCEMENT TUNGGAL PRAKASA

16%

18

Industri Dasar & kimia

SEMEN GRESIK

19

Industri Dasar & kimia

HOLCIM INDONESIA (SEMEN CIBINONG)

20

Industri Dasar & kimia

CHAROEN POKPHAND INDONESIA

21

Keuangan

BANK MANDIRI

20%

22

Keuangan

BANK DANAMON INDONESIA

23

Keuangan

BANK CENTRAL ASIA

24

Keuangan

BAK RAKYAT INDONESIA

25

Keuangan

BANK NEGARA INDONESIA

Products

  • Gold
  • Olein
  • Rolling Gold
  • Rolling Gold Index
  • Gold 250
  • Olein 10
Member login

Forgot Password?

  • Disclaimer |
  • Site Map |
  • Contact
© Copyright 1999-2008. Jakarta Futures Exchange. All Rights Reserved.